Laman

Jumat, 25 April 2014

DIKLATAMA DKAC CBP KPP WIRADESA TH.2014

alhamdulillah satu lagi program kerja PAC IPNU IPPNU kec. Wiradesa khususnya dari lembaga CBP KPP yang terlaksana yaitu Pendidikan dan Latihan Utama atau biasa disebut DIKLATAMA yang diadakan dilapangan desa Lolong Kec. Karanganyar Kab. Pekalongan.
berikut hasil dokumentasinya 
sholat subuh berjamaah di tengah udara yang brrrr... dingiiinn
Penyerahan sumbangan berupa alat tulis kepada TPQ setempat


penyerahan kenang-kenangan oleh ketua PAC IPNU Wiradesa rekan M. Shohihul mubin kepada ketua PC IPNU Kab. Pekalongan rekan Abraham Usman

 bakti sosial membersihkan mushola desa Lolong

suasana upacara pembukaan DIKLATAMA dan Baksos

cuaca sekarang memang susah ditebak ya, tadinya panas tiba-tiba hujan, peserta pun dievakuasi :')

sarapan bersama ^_^

materi

Jumat, 28 Maret 2014

apa itu PAGAR NUSA ?

Nama lengkap organisasi ini adalah Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama’ Pagar Nusa disingkat IPSNU Pagar Nusa. Sedangkan Pagar Nusa sendiri merupakan akronim dari Pagar NU dan Bangsa.
IPSNU Pagar Nusa adalah satu – satunya wadah yang sah bagi organisasi pancak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama’ berdasarkan keputusan Muktamar.
Organisasi ini berstatus lembaga milik Nahdlatul Ulama’ yang penyelenggaraan dan pertanggung jawabannya sama sebagaimana lembaga – lembaga NU lainnya.
Status resmi kelembagaan inilah yang menjadikan Pagar Nusa wajib dilestarikan dan dikembangkan oleh seluruh warga NU dengan mengecualikan pencak silat atau beladiri lainnya.
Segala kegiatan yang berhubungan dengan pencak silat dan beladiri dengan segenap aspeknya dari fisik sampai mental, dari pendidikan sampai sistem pengamanan dan lain – lain merupakan bidang garapan bagi lembaga ini.

VISI DAN MISI
Pagar Nusa ber-Aqidah ala Ahlussunnah wal Jama’ah dengan asas organisasi Pancasila. Pagar Nusa mengusahakan :
Berlakunya Ajaran Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah-tengah kehidupan negara kesatuan Repubik Indonesia yang ber-Pancasila.
Pelestarian, pembinaan, dan pengembangan pencak silat baik seni, beladiri, mental spiritual, maupun olahraga / kesehatan khususnya di lingkungan NU maupun di lingkungan warga bangsa lain pada umumnya.

ANGGOTA
Keanggotaan diatur dalam Peraturan Dasar dengan kriteria mudah yaitu warga Nahdlatul Ulama’ :
Mulai kanak – kanak sampai sesepuh ( batasan usia )
Dari yang belum mengenal pencak silat sampai yang mahir ( batasan kemampuan )
Sistem penjenjangan anggota dll, disesuaikan dengan kemampuan, usia, dan kebutuhan

MATERI PENCAK SILAT
Materi Pencak Silat Pagar Nusa Baku disusun oleh tim yang terdiri dari dewan dan sumber lain dari berbagai aliran asli dari seluruh Indonesia seperti Cimande, Cikaret, Cikampek, Cikalong, Minang, Mandar, Mataram, dll. secara sistematis dengan metode modern.
Penyusunan jurus baku, baik fisik maupun non fisik dilakukan secara bertahap, memakan waktu bertahun – tahun dan sampai kini masih dilakukan penggalian – penggalian untuk paket selanjutnya.
Materi baku telah dilengkapi Buku Panduan bergambar, Kaset, dan VCD, dapat dibeli di bagian perlengkapan pusat.

FISIK BAKU
Gerak Dasar

  • Paket Kanak – kanak ( setingkat TK )
  • Paket I A & B ( setingkat SD )
  • Paket II A & B ( setingkat SMP )
  • Paket III A & B ( setingkat SMU )
  • Paket Beladiri ( setingkat perguruan tinggi )

Pencapaian jurus fisik baku menjadi tolak ukur tingkatan sebagai jenjang latihan. Warna Dasar Badge pada sabuk tingkatan menyesuaikan dengan penjenjangan tersebut.
Pendalaman :

  • Seni Festival, Lomba, dll.
  • Beladiri Terapan, Keamanan, dll.
  • Olahraga Pertandingan, Senam Massal, dll.
  • Kesehatan Pijat, Pernafasan, Obat, dll.
  • Dan Lain – Lain.

NON FISIK BAKU

  • Ijazah
  • Jurus Asma’ul Husna
  • Jurus Taqorrub
  • Pendalaman = Pengisian Badan Langsung / Instan
  • Pengisian Bertahap Sesuai Jurus
  • Pengisian Barang
  • Pengobatan Non Fisik
  • Atraksi
  • Do’a
  • dll.
MANFAAT
Bergabung dengan Pagar Nusa bermanfaat, baik sosio kultural, edukatif maupun personal.


JADI, BUAT KAMU KAMU KAMU YANG BERMINAT IKUTAN PAGARNUSA, LANGSUNG AJA DATENG KE SMK YAPENDA WIRADESA TIAP HARI JUM'AT JAM 16.00, OKE OKE? ^-^

Sabtu, 01 Maret 2014

lirik mars IPPNU + download Mp3

Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahya
Ayunkan langkah pukul genderang
Segala rintangan mundur semua
Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita
Sujud kepala kepada tuhan
Tegak kepala lawan derita
Dimalam yang sepi dipagi yang terang
Hatiku teguh bagimu ikatan
Dimalam yang hening dihati membakar
Hatiku penuh bagimu pertiwi
Mekar seribu bunga ditaman
Mekar cintaku pada ikatan
Ilmu kucari amal kuberi
Untuk agama bangsa dan negeri

download mars IPPNU.mp3 disini
download mars IPPNU instrumen disini

lirik mars IPNU + download Mp3

Wahai pelajar Indonesia
Siapkanlah barisanmu
Bertekat bulat bersatu
Di bawah kibaran panji IPNU
Wahai pelajar islam yang setia
Kembangkanlah agamamu
Dalam Negara Indonesia
Tanah air yang ku cinta
Dengan berpedoman kita belajar
Berjuang serta bertakwa
Kita bina watak nusa dan bangsa
Tuk kejayaan masa depan
Bersatu wahai pelajar islam jaya
Tunaikanlah kewajiban yang mulya
Ayo maju pantang mundur
Dengan rahmat tuhan kita perjuangkan
Ayo maju pantang mundur
Pasti tercapai adil makmur

download mars IPNU disini

download mars IPNU instrumen disini

Jumat, 17 Januari 2014

Kemah bakti sosial PR. Pekuncen

Manusia membutuhkan bantuan orang lain, manusia tidak bisa hidup sendiri, maka dari itu manusia disebut makhluk sosial atau zoon politicon. Dalam hidup manusia pasti berinteraksi dengan sekitarnya.
pembacaan maulid bersama warga
Begitupun pimpinan ranting pekuncen yang telah melaksanakan kemah bakti sosial di dukuh Pakulungan desa Sidoharjo kecamatan Doro kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 11-12 Januari 2014 ini adalah suatu bentuk hubungan sosial yang mana bertujuan untuk mengenalkan apa itu IPNU IPPNU kepada warga dukuh Pakulungan yang mana masih minim pengetahuan keIPNU-IPPNUannya.


penyerahan sumbangan kepada
pemuka masyarakat
Bakti sosial yang dilakukan antara lain membersihkan masjid, memberikan sumbangan pakaian dan alat tulis, dan yang paling utama adalah pemberian materi tentang keIPNU IPPNUan. Diasamping itu juga diadakan acara pembacaan maulid, tahlil bersama, dan lomba-lomba yang diperuntukkan anak-anak desa tersebut.
Dalam bakti sosial tersebut diharapkan bisa menambah pengetahuan warga desa, terutama para remaja dan anak-anak mengenai IPNU IPPNU.
Kegiatan ini sangat baik dan patut dicontoh oleh ranting lainnya, supaya IPNU IPPNU kita tercinta ini bisa merambah bahkan sampai daerah-daerah terpencil sekalipun :)


Selasa, 14 Januari 2014

sekilas biodata Nabi Muhammad SAW

SALAM RABI'ULAWWAL 1435H

BIODATA RASULULLAH SAW


NAMA :
Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib.

TARIKH LAHIR :
Subuh Isnin,12 Rabi'ulawwal bersamaan 20 April 571 Masehi Tahun Gajah.

TEMPAT LAHIR :
Rumah Abu Talib,Maakatul Mukarramah.

Gelaran: AL AMIN

Pengasuh Pertama:
Ummu Aiman

Ibu Susu Pertama:
Thuwaibatul Aslamiah

Ibu Susu Kedua:
Halimah As Saadiah

Isteri-Isteri Rasulullah :
1] Khadijah bt Khuwailid.
2] Aisyah bt Abu Bakar.
3] Hafsah bt Umar.
4] Ummi Habibah bt Abu Sufyan
5] Hindun bt Umaiyah.
6] Saudah bt Zam'ah
7] Zainab bt Jahsy.
8] Zainab bt Khuzaimah
9] Maimunah bt Harith.
10] Safiyah bt Huyai.

Anak-Anak Rasulullah :
1) Qassim
2) Abdullah
3) Ibrahim
4) Zainab
5) Ruqaiyah
6) Ummi Kalthum
7) Fatimah Az Zahra'

Sabda Rasulullah SAW: "Sesiapa yang menghidupkan Sunnahku,maka sesungguhnya dia telah mencintai aku.Dan sesiapa yang mencintai aku nescaya dia bersama-samaku di dalam Syurga."
(Riwayat Al Sajary daripada Anas)

SEMARAKKAN SAMBUTAN MAULIDUR RASUL 1435H .

Perpanjangkan kepada seluruh Umat ISLAM sebagai tanda kecintaan kita kepada
NABI MUHAMMAD SAW

Sabtu, 11 Januari 2014

audiensi dengan MUSPIKA

pengurus PAC IPNU bersama MUSPIKA


Seperti agenda yang secara rutin telah di kerjakan oleh jajaran Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Wiradesa pada tahun - tahun yang lalu, bahwa dalam rangka menjalin kerja sama dan hubungan yang harmonis serta saling mendukung dalam melanjutkan dakwah , maka  pelaksanaan audiensi dengan MUSPIKA di lakukan secara rutin dan terencana. Demikian juga pada periode XVIII ini, agenda tersebut di laksanakan dengan lebih di tingkatakan dan di efektifkan. 



pengurus PAC IPPNU bersama MUSPIKA
Seperti yang telah menjadi program kerja yang telah di agendakan oleh PAC wiradesa, pada Rabu (8/1) pukul 19.30 segenap pengurus PAC wiradesa berbondong-bondong menuju aula kecamatan wiradesa dimana audiensi tersebut berlangsung.
MUSPIKA sendiri terdiri dari :
  1. Camat
  2. Komandan Rayon Militer
  3. Kepala Kepolisian Sektor
MUSPIKA dan MWC
pada pertemuan kali ini, pihak kecamatan diwakili oleh sekertaris camar yaitu Bp. Toharno (kedua dari kanan) , dari pihak Kapolsek oleh Bp. Khudlori (kanan) , sedangkan Bp. muttaqin (kedua dari kiri) perwakilan dari Danramil. hadir juga Bp. H. Imronuddin (kiri) sebagai ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Kec. Wiradesa.

dalam audiensi tersebut , antara selain mengajukan rekomendasi hasil Konferensi Anak Cabang, pengurus PAC dan MUSPIKA juga mengadakan sharing dan tanya jawab mengenai problem-problem masyarakat dan sebagainya, diantaranya keluhan mengenai adanya balap liar yang terjadi akhir-akhir ini, juga mengenai tindakan apa yang perlu dilakukan dalam menghadapi aliran islam radikal yang sudah mulai melanda masyarakat , dan lain-lain.
dah ah capek :D


Sabtu, 28 Desember 2013

MAKESTA PR. KAUMAN WIRADESA

alhamdu lillah dengan rahmat dan ridlo Allah SWT PR. KAUMAN WIRADESA baru saja melaksanakan MAKESTA pada tanggal 27-29 des 2013 yg bertempat di SMKI 45 kauman wiradesa, dan harapannya semoga  peserta yg baru saja di bai'at bisa menjadi kader muda NU yg militan, dan bisa memanfaatkan ilmu yg mereka dapatkan, amin ya Robbal 'alamin...


dengan khusyuk para peserta mendengakan materi yg di sampaikan tim fasilitator




pembai'atan peserta MAKESTA PR. KAUMAN




Minggu, 22 Desember 2013

Sejarah hari ibu

22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu. Namun, tahukah Anda sejarah Hari Ibu sampai ditetapkan sebagai perayaan nasional?

 Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.
Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Sementara di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia,Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia,  Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap tanggal8 Maret.
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini,Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain.
Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun .Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulabohsampai Ternate.
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.
Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.
Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1946. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.
Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

nah, jadi gitu ternyata sejarahnya ya, dan mumpung ini masih hari ibu, saya mau mengucapkan selamat hari ibu ubtuk ibu saya dan semua ibu ibu luar biasa di Indonesia. kalian luar biasa :* love u mom :*

Jumat, 20 Desember 2013

PELANTIKAN DAN RAKER I PAC IPNU IPPNU KEC. WIRADESA

Alhamdu lillah kemarin tepatnya tanggal 20 des 2013 kita PAC IPNU-IPPNU KEC. WIRADESA sukses melaksanakan PELANTIKAN DAN RAKER I,
Semoga kita bisa melaksanakan tanggung jawab kita sebagai pengurus baru yg bukan hanya mampu, tp yang mampu dan mau bekerja maksimal, dan semoga kita bisa melaksanakan apa yang telah kita agendakan, dan bukan hanya menjadi hitam di atas putih tp bisa terealisasi dengan nyata dan bisa membawa manfa'at untuk kita khususnya dna untuk masyarakat pada umumnya..

 detik detik pelantikan PAC IPPNU KEC. WIRADESA
detik detik pelantikan PAC IPNU KEC. WIRADESA
 sidang PENGURUS HARIAN
 sidang LEMBAGA PEMBERDAYAAN SUMBER EKONONI
 sidang DEP. ORGANISASI DAN KADERISASI

 sidang DEP. DAKWAH DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
 sidang LEMB. INFOKOM
 sidang DEP. SENI BUDAYA DAN OLAHRAGA
 sidang LEMB. CBP-KPP
sidang PLENO GABUNGAN

Rabu, 18 Desember 2013

Kisah Mengharukan Ahmad Izzah Al-Andalusy

Suatu saat pada tahun 1525. Matahari mulai tenggelam di daerah Andalusia. Seorang pemuda melewati beberapa sel yang ada dalam sebuah kompleks tahanan tak jauh dari Grenada, ibukota Keemiran Grenada yang runtuh pada 1492 setelah reconquista Spanyol. Nama pemuda itu adalah Adolf Roberto. Badannya yang tegap, gagah dan tinggi besar membuat seluruh tahanan muslim takut dan membungkuk ketika ia melewati sel-sel mereka.
Adolf terus saja berjalan mengawasi para tahanan. Hingga beberapa langkah kemudian ia mendengar suara yang nampaknya cukup mengganggu telinganya. Ia meminta anak buahnya untuk mencari asal suara tersebut.
Setelah ditelusuri ternyata suara itu berasal dari sebuah bilik tahanan yang ukurannya sekadar cukup untuk satu orang. Di dalamnya ada orang tua renta yang badannya hanya tinggal tulang dan kulit. Beberapa lantunan suara lembut keluar dari mulutnya. Tetapi bagi Adolf suara itu membuat telinganya gatal.
Adolf kemudian membentak orang tua itu, "Hai orang tua busuk! Hentikan kata-kata burukmu yang berisik itu atau kau akan kuseret."
Orang tua itu tak menggubris apa yang dikatakan Adolf. Ia tetap saja melantunkan suara-suara indahnya. Bahkan semakin lama-semakin khusyuk.
Lalu Adolf memerintahkan seorang anak buahnya membuka sel orang tua itu. Diseretnya tubuh lemah orang itu dari dalam ruang tahanannya.
Beberapa orang tahanan yang lain serentak berteriak, "Tenanglah wahai ustadz. Surga Allah telah menantimu. Allahu Akbar!"
"Diam kalian semua!" Adolf mencoba menghentikan kegaduhan para tahanan.
Ia berkata pada orang tua itu, "Ingatlah! Andalusia sekarang telah di bawah kekuasaan Kristen. Dan kau, aku tak segan-segan membunuhmu sekarang."
"Bunuh saja aku. Aku sama sekali tak takut mati. Aku sudah lama merindukan Tuhanku, Allah." kata orang tua itu dengan tenangnya.
Tanpa rasa belas kasihan pun ia menyentuhkan ujung rokoknya ke tubuh orang tua tersebut yang ternyata adalah seorang ustadz. Namun sang ustadz seperti tak merasakan sakit sama sekali. Merasa tak puas dengan siksaan yang ia lakukan, Adolf pun menghantamkan sepatu bootnya yang berbobot dua kilogram ke wajah pucat sang ustadz hingga ia tersungkur lemas. Darah pun berlumuran di seluruh wajah ustadz tersebut.
Tiba-tiba sebuah buku kecil keluar dari kantong sang ustadz. Spontan Adolf mencoba mengambil buku tersebut.
"Kau orang najis! Haram kau memegang kitab suci ini." teriak ustadz tersebut sambil mendekap buku itu di kedua tangannya erat-erat.
Adolf marah dan diinjaknya jari-jari lemah sang ustadz. Suara tulang-tulang yang patah dari jari-jari ustadz terdengar menggetarkan hati, namun tidak bagi Adolf. Tanpa ada daya, sang ustadz merelakan bukunya diambil oleh si sipir yang bengis itu.
Adolf terkejut ketika ia melihat tulisan-tulisan asing yang ada pada buku tersebut. Namun ia merasa pernah mengenali tulisan-tulisan itu. Sejenak ia berkata dalam hatinya, "Sepertinya aku pernah mengenali tulisan-tulisan ini. Tapi kapan ya?"
Rasa ingin tahu yang dalam mulai merasuki hatinya. Sebuah tanda tanya besar terbersit di pikirannya. Ia kembali mengingat-ingat kapan terakhir ia membaca tulisan-tulisan aneh itu. Tiba-tiba saja mulutnya berucap, "Alif, ba', ta', tsa'."
"Ya, ya, aku ingat. Saat aku kecil aku pernah membacanya."
Di dalam pikirannya Adolf melihat pemandangan paling mengerikan dalam hidupnya dimana umat Islam Andalusia dibantai habis-habisan oleh orang-orang Spanyol di sebuah lapangan. Di sisi kiri lapangan itu tampak para wanita digantung pada tiang-tiang. Sedangkan di tengah-tengah lapangan tepat terdapat tumpukan kayu tempat para pemuda disalib dan dibakar hidup-hidup. Sungguh pemandangan yang mengerikan terbersit di kepalanya.
Seorang anak kecil berlari mendekati tubuh ibunya yang sudah tak bernyawa digantung pada tiang kayu dengan tali. Kepolosannya mengalahkan ketakutan dari siksaan yang dilakukan oleh orang-orang Spanyol terhadap keluarganya.
"Ibu, ibu, ayo kita pulang! Ibu kemarin kan berjanji akan mengajariku alif ba' ta' tsa'." Kata anak itu dengan polosnya. Ia tak tahu bahwa ibunya telah meninggal.
Ia tak mencari dan memanggil ayahnya. Ia tahu kemarin sore ayahnya diseret oleh dua orang berseragam saat sedang beribadah.
Lalu anak itu menangis tersedu-sedu setelah tahu ibunya telah tiada. Seorang tentara bertubuh tinggi mendekatinya dan bertanya, "Siapa namamu, Nak? Kenapa kau disini?".
"Aku Ahmad Izzah. Aku menunggu ibuku."
"Nama yang buruk. Sekarang namamu kuganti menjadi lebih baik, Adolf Roberto. Kau ikuti aku ke gereja biar kau dirawat oleh para pendeta di sana."
Ahmad Izzah yang kemudian menjadi Adolf Roberto mengikuti tentara itu ke gereja. Sejak saat itu ia dirawat di lingkungan Kristen.
Saat tersadar Adolf teringat pada ayahnya. Ia ingat ayahnya punya tanda hitam di pusarnya. Segera saja ia merobek baju sang ustadz. Dicarinya tanda hitam di pusar ustadz itu. Ternyata sang ustadz memiliki tanda hitam di pusarnya, persis seperti ayahnya dulu.
Seketika Adolf memeluk tubuh sang ustadz dan meneteskan air matanya. Ia meminta maaf pada sang ustadz yang ternyata adalah ayah kandungnya sendiri. Sikapnya yang arogan dan kejam tiba-tiba meluluh saat ia bertemu ayahnya. Ia juga teringat bahwa buku yang direbutnya dari sang ustadz adalah Al-Qur'an yang dulu selalu dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya.
Mendengar suara tangisan si sipir, ustadz tersebut terkejut dan segera menyadari bahwa yang ada di depannya tersebut adalah anak kandungnya, Ahmad Izzah. Ia pun menangis pula, terharu bahwa ia bisa bertemu putranya setelah berpisah berpuluh-puluh tahun lamanya.
"Ayah, aku ingat, alif, ba', ta', tsa." Adolf mengeja huruf-huruf Arab yang diketahuinya seperti saat ia kecil.
"Tunjukkanlah padaku jalan yang kau tempuh itu ayah. Aku ingin kembali kepada kebenaran." kata Adolf lirih.
Dengan susah payah dan napas yang terengah-engah ayahnya yang sedang mendekati ajal berpesan kepada Adolf, "Putraku, pergilah kamu ke Mesir. Di sana banyak sekali ustadz-ustadz dan syaikh-syaikh yang mampu mengajarimu tentang Islam. Di sana banyak pula kerabat-kerabat kita. Katakan saja pada mereka kau kenal dengan Syaikh Ismail Al-Andalusy. Semoga Allah menunjukkan jalan yang lurus kepadamu."
Tiba-tiba sang ustadz sadar bahwa ajalnya sudah semakin dekat. Ia pun mengucapkan syahadat "Asyhadu an-la ilaha illa-llah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh."
Sang ustadz pun pulang ke hadirat-Nya tepat saat ia berada pada puncak kerinduan dengan putranya. Setelah itu Adolf mengusap wajah ayahnya dan menangis sedih sekaligus terharu. Tak percaya atas kejadian yang ia alami saat itu.
Setelah peristiwa mengharukan itu, Adolf Roberto, seorang sipir penjara yang dikenal bengis dan kejam mengganti namanya menjadi Ahmad Izzah sesuai dengan nama kecil yang diberikan ayahnya. Ia pun bertaubat dan berjanji untuk memperjuangkan Islam sebagaimana ayahnya dulu ketika berjuang melawan kebiadaban tentara Kristen Spanyol.
Ahmad Izzah pun pergi ke Mesir sebagaimana perintah ayahnya. Di sana ia bertemu banyak ustadz dan syaikh yang mengajarinya ilmu agama. Kecerdasan yang dimilikinya membuat Ahmad Izzah cepat menyerap ilmu yang diberikan gurunya. Hanya dalam waktu beberapa tahun ia sudah menghafal Al-Qur'an dan menjadi seorang syaikh terkemuka di Mesir. Sejak saat itu ia dikenal sebagai Syaikh Ahmad Izzah Al-Andalusy. Gelarnya, Al-Andalusy merupakan julukan yang diberikan gurunya karena ia berasal dari negeri Andalusia.

Susunan Pengurus PAC IPPNU Kecamatan Wiradesa Periode XVIII Masa Khidmat 2013-2015

SUSUNAN PENGURUS
IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA’
KECAMATAN WIRADESA
PERIODE 2013 – 2015

  1. Pelindung                                    : MWC NU WIRADESA
  2. Pembina                                      : Uswatun Khasanah                       ( Waru Lor )
                                                            Siti Mamlakhah                             ( Kadipaten )
                                                            Dewi Sumiasih                              ( Waru Lor )
                                                            Anisatul Ula                                  ( Mayangan )

  1. Pengurus Harian                          :
Ketua                                          : Nur Banati Sa’adah                    ( Karangjati )
Wakil Ketua I                             : Siti Zuhrotunnisa’                         ( Wiradesa   )
Wakil Ketua II                            : Kardina Ayu Agustin                   ( Karangjati )
Sekretaris                                   : Ratih Sumirah                             ( Bondansari )
Wakil Sekretaris                          : Dzikriyati Solikhah                       (Petukangan )
Bendahara                                 : Risqa Aprilliany                          ( Kauman  )
Wakil Bendahara                        : Nur Zubaedah                               ( Kemplong )

  1. Departemen – Departemen
Ø  Departemen Pengembangan Organisasi dan Kaderisasi
Koordinator                         : Mahdalina                                  ( Karangjati )
                  Anggota                                : a. Umi Kulsum                              ( Waru Lor )
                                                            b. Mu’amalatun Kholilah              ( Kadipaten )
                                                c. Tri Puji Agustina                       ( Pekuncen )
                                                                  d. Eka Lestari                                ( Petukangan )
                                                                  e. Melan                                        (Bondansari)

Ø  Departemen Budaya dan Olahraga
Koordinator                         : Mariyatul Qibtiyah                     ( Kampil )
Anggota                                : a. Failasufah                                  ( Gumawang )
                                                            b. Nur Khasanah                           ( Waru Lor )
                                                c. Laelatun Khasanah                    ( Delegtukang )
                                                d. Mariyatul Jamilah                     ( Bondansari )
                                                e. Nur Khikmah                            ( Gumawang )

Ø  Departemen Dakwah dan Pengabdian Masyarakat
Koordinator                         : Umi Farida                                  ( Gumawang )
Anggota                                : a. Nur Laela                                  ( Wiradesa )
                                                b. Umaroh                                     ( Wiradesa )
                                                c. Luluk Maziyah                          ( Pekuncen )
                                                d. Muslikha                                   ( Kadipaten )
                                                e . Muelani                                    (Kemplong)

  1. Lembaga – Lembaga
Ø  Lembaga Pengembanga Sumber Ekonomi
Koordinator                         : Umi Arifah                                  ( Karangjati)
Anggota                                : a. Indah Suryaningrum                 ( Kampil )
                                                b. Khafidhotun Khasanah             ( Waru Lor )
                                                c. Lailatul Lutfa                            ( Kemplong )
                                                d. Rohmatul Husna                       ( Waru Lor )
                                                e. Zuriya                                        ( Kemplong )
                                                f. Ana                                            (Kemplong)

Ø  Lembaga Informasi dan Komunikasi
Koordinator                         :  Elsa Mursida                              ( Kauman )
Anggota                                : a. Desi  Nur Laeli                          ( Gumawang )
                                                b. Nisa’ul Muslimah                      ( Pekuncen )
                                                c. Ulfa Fitrotussani                       ( Kauman )
                                                d. Frida                                         ( Kampil )
                                                e. Wiwik Susilowati                      ( Petukangan )

Ø  Lembaga Korps Kepanduan Putri ( KPP )
Koordinator                         : Nurul Achadiah                          ( Mayangan )
Anggota                                : a. Endang sugiarti                         ( Delegtukang )
                                              b. Ris                                             ( Delegtukang )
                                              c. Nisdalia Husada                        ( Bondansari )
                                              d. Roikhatul Jannah                      ( Mayangan )

                                              e. Qona’ah                                     (Waru Kidul)